Jumat, 17 Juni 2016

CARA MEMBUAT LISTRIK DI RUMAH DENGAN SOLAR PANEL

Menggunakan listrik dari tenaga surya di rumah? Wah menarik juga, tapi bukankah itu solusi yang mahal? Kan, PLN sudah menyediakan listrik yang lumayan murah. Lalu apa untungnya buat saya kalau menggunakan listrik ‘buatan sendiri'?
Semua tergantung dari kebutuhan yakni digunakan untuk apa PLTS ( pembangkit listrik tenaga surya ) yang kita pasang. Jika untuk mengcover seluruh peralatan rumah tangga pada umumnya saat ini, memang masih dapat dibilang kurang terjangkau dan sesuai.
Saat ini untuk menggunakan PLTS, perlu dibuatkan skala prioritas terlebih dulu. Dan berikut beberapa pertanyaan mendasarnya.
  1. Dimanakah saya tinggal ? Jika tidak ada atau akses PLNnya kurang baik (listrik PLN sering mati), PLTS bisa menjadi salah satu solusi sebagai sumber energi.
  2. Nah, bagaimana jika akses PLNnya sudah baik? Tentunya, untuk biaya jangka pendek, penggunaan PLN masih lebih murah sehingga jika kalkulasi biaya sebagai tujuan untuk mendapatkan yang lebih "murah", nampaknya PLTS masih belum dapat menjadi solusi karena PLTS masih bersifat investasi dimana membeli listrik beberapa tahun ke depan untuk dikonsumsi saat ini.
Apa keuntungan menggunakan listrik dengan solar panel?
  • Mengurangi biaya listrik jangka panjang (inget loh, kita kan pakai listrik seumur hidup!)
  • Mengurangi ketergantungan pada listrik dari batubara (horeee...emisi karbon saya turun!)
  • Menghindari dampak pemadaman saat harus mengejar deadline, sementara komputer tidak bisa dinyalakan :-)
  • Sedikit pamer ke teman-teman kita bahwa kita sudah bergabung dengan komunitas pengguna solar panel sedunia! (huhuuuyy..coolll..!!!)
  • Turut mengurangi pemanasan global karena sistem solarpanel menghasilkan energi yang ramah lingkungan yang tidak menyebabkan polusi.

Selasa, 19 April 2016

Keuntungan dan Kerugian Pembangkit Listrik Tenaga Surya


Tidak akan  pernah habis
Keuntungan yang pertama adalah tidak akan  pernah habis dan ramah lingkungan. Seperti yang Anda ketahui energi matahari merupakan sumber energi terbarukan yang tidak akan pernah habis. Penggunaan energi surya juga dapat mencegah penggunaan bahan bakar fosil menjadi semakin menipi. Dan bahkan saat ini banyak sekali negara-negara maju yang menggunakan energi surya untuk menjadikannya energi listrik.
Ramah lingkungan
Yang kedua adalah ramah lingkungan. Dikatakan ramah lingkungan karena penggunaan energi surya tidak akan menghasilkan emisi karbon sama seperti BBM. Oleh karena itu energi surya dapat dikatakan sebagai salah satu sumber energi alternatif yang sangat lingkungan. Dan pastinya hal ini dapat mencegah pemanasan global yang dapat menyebabkan perubahan iklim tak menentu.
Hanya membutuhkan sedikit perawatan
Keuntungan pembangkit listrik tenaga surya selanjutnya adalah hanya membutuhkan sedikit perawatan. Setelah instalasi dan dioptimasi, panel surya dapat menciptakan listrik dengan luasan hanya beberapa milimeter dan tidak memerlukan perawatan yang berarti. Tak hanya itu saja, panel surya juga memproduksi energi dalam diam, sehingga tak mengeluarkan bunyi bising dan lainnya.
Selain itu, energi surya juga memiliki keuntungan lainnya seperti, bebas dari biaya perawatan. Pemasangan sangat mudah, kapasitas yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan lainnya. Meskipun memiliki keuntungan, PLTS juga memiliki beberapa kelemahan, apa saja? Berikut ulasannya.
Daya yang dihasilkan berkurang ketika mendung
PLTS membutuhkan sinar matahari untuk bekerja. Ketika mendung ataupun pada malah hari keluaran energi panel surya pastinya kurang maksimal. Namun untuk menyiasati hal ini banyak PLTS skala besar yang melacak matahari untuk menjaga panel surta di sudut optimal sepanjang hari.
Besarnya biaya pembangunan
Pembangkit listrik ini juga sangat membutuhkan biaya yng sangat besar per MW. Oleh karena itu banyak sekali negara-negara yang memikirkan hal ini ketika akan membangunnya.

Cara membuat listrik tenaga surya



SOLAR panel merupakan sebuah alat pembangkit listrik dengan tenaga matahari. Kebanyakan solar panel dibuat menggunakan silikon dimana merupakan solar panel terbaik dalam skala industri. Namun, kita pun dapat membuat solar panel untuk rumahan dengan beberapa alat sederhana dan mudah di dapat. Berikut cara membuat solar panel rumahan dilansir dari TheSolarPlan.

Bahan :
- Pemotong metal
- Pelat tembaga
- Penjepit metal
- Sikat kawat
- Kabel dengan penjepit tipe alligator
- Botol atau wadah terbuat dari kaca atau plastik
- Kompor elektrik
- Garam

Cara membuat :
  1. Potong pelat tembaga dengan bentuk persegi sekitar 15x15 cm atau sesuai besar penampang kompor elektrik menggunakan pemotong metal. 
  2. Nyalakan kompor elektrik, letakkan pelat tembaga di atasnya selama setengah jam. Tembaga panas akan bereaksi membentuk cupric oksida hitam di atas permukaannya.
  3. Matikan kompor, biarkan suhu pelat turun secara perlahan. Oksida hitam yang berada lapisan pelat sebagian besar akan menghilang karna menguap.
  4. Ambil pelat, masukkan ke dalam air kemudian sikat perlahan untuk membuang sisa oksida hitam.
  5. Masukkan pelat yang telah dibakar ke dalam botol atau wadah dimana bagian yang terkena api langsung berinteraksi langsung dengan cahaya.
  6. Potong pelat tembaga baru, kemudian masukkan ke dalam botol. Atur agar kedua pelat tidak bersentuhan dan botol benar-benar bening untuk memastikan cahaya dapat masuk mengenai pelat.
  7. Pasang kabel pada masing-masing pelat, dimana pelat bersih (dibakar) merupakan kutub positif, dan pelat kotor (tidak dibakar) merupakan kutub negatif.
  8. Campurkan air dan garam, aduk hingga garam benar-benar larut. Kemudian masukkan ke dalam botol. Pastikan kabel tidak tercelup.
  9. Hubungkan kedua kabel kepada alat compliant DC atau alat penyimpan listrik. Kedua pelat akan bereaksi tiap kali berinteraksi dengan cahaya matahari dan air garam.